Minggu, 21 Oktober 2012

PENGARUH AKTIVA PRODUKTIF TERHADAP RENTABILITAS



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Bank sebagai salah satu perusahaan yang memiliki fungsi intermediasi melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian disalurkan kembali pada masyarakat dalam bentuk pemberian pinjaman (kredit). Hal ini tentu akan mendatangkan laba kepada bank tersebut melalui selisih bunga simpanan dan bunga pinjaman tersebut.
Pada umumnya, tujuan dari bisnis bank adalah untuk memperoleh laba demi menjamin kelangsungan usahanya disamping berperan membantu kelancaran dan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Bila sistem perbankan sehat, maka perekonomian negara akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kemampuan bank untuk memperoleh laba ini dapat diukur melalui rentabilitasnya.
Dengan mengetahui rentabilitasnya, kita dapat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan bank tersebut didalam menghasilkan keuntungan atau laba baik yang berasal dari kegiatan operasional bank yang bersangkutan maupun dari hasil non operasionalnya. Rentabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA (Return On Asset) yang merupakan perbandingan antara laba dan total aktiva yang digunakan untuk merealisasikan laba tersebut. Laba hanya akan diperoleh bank apabila seluruh pendapatan bank dapat menutupi seluruh biaya yang harus dikeluarkan oleh bank. Pendapatan bank diperoleh dari pengelolaan aktiva produktif dan penjualan jasa-jasa yang ditawarkan oleh bank. Laba yang besar apabila dihasilkan oleh aktiva yang sedikit, maka hal ini menunjukkan pengelolaan aktiva bank lebih baik dan efisien.
Penghimpunan dana dari masyarakat dilakukan oleh bank dalam bentuk produk simpanan giro, tabungan, dan deposito berjangka yang disebut dengan dana pihak ketiga, dimana dengan semakin besarnya pertumbuhan dana yang dihimpun dari masyarakat akan semakin besar pula kemampuan bank untuk mengembangkan dana tersebut. Pemberian kredit kepada masyarakat merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh bank dalam mengembangkan dana yang dimilikinya. Akan tetapi, pemberian kredit ini mengandung risiko yaitu berupa tidak lancarnya pembayaran kredit atau dengan kata lain disebut kredit bermasalah yang akan mempengaruhi kinerja bank. Hal inilah yang membuat pihak bank sangat konservatif dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.
Pihak bank lebih menekankan kemungkinan return yang dapat diperoleh melalui jaminan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar rasio kecukupan modal bank (Capital Adequacy Ratio/CAR) tidak kurang dari ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia. Standar besarnya CAR adalah sebesar minimal 8%. Disamping menyalurkan dana dalam bentuk kredit, bank juga menyisihkan sebagian dana yang dihimpunnya ke dalam bentuk instrumen lain yakni surat- surat berharga, seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) maupun obligasi pemerintah; penempatan dana pada bank lain dan penyertaan modal bank pada lembaga keuangan yang bukan bentuk bank atau perusahaan lain. Pemberian kredit kepada masyarakat, penempatan dana pada bank lain, surat-surat berharga, dan penyertaan modal bank pada Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan maksud untuk memperoleh pendapatan inilah yang disebut dengan aktiva produktif (earning assets).
Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, obligasi, sekuritas kredit atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang antara lain SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Bank Indonesia selaku Bank Sentral dapat menjual surat-surat berharga tersebut kepada bank-bank yang menginginkan obyek investasi yang aman. Penempatan dana yang dilakukan antar bank bertujuan untuk memperoleh bunga dari hasil penempatan dana pada bank lain. Mengingat bunga yang diperoleh relatif lebih kecil dibandingkan dengan penempatan pada aktiva lain, maka penempatan dana antar bank ini lebih bermanfaat untuk menghindari idle cash (kas yang menganggur) yang dimiliki bank dan untuk tujuan likuiditas.
Penyertaan merupakan penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang. Bank hanya diperkenankan melakukan penyertaan modal pada perusahaan lain di bidang keuangan seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan asuransi, dan lain sebagainya dan juga pada perusahaan lain di luar bidang keuangan dalam rangka restrukturisasi kredit.
Masalah yang dihadapi adalah bisnis perbankan menimbulkan persaingan tajam yang tidak seimbang yang dapat menimbulkan ketidak efisienan manajemen dalam mengelola aktiva yang dimiliki oleh bank yang berakibat pada penurunan pendapatan yang diperoleh bank. Timbulnya kredit bermasalah yang sekarang ini sering terjadi pada perusahaan perbankan juga dapat menimbulkan penurunan laba yang diperoleh bank.
Penelitian di bidang perbankan yang dilakukan Saputra (2003) menganalisis hubungan aktiva produktif terhadap rentabilitas pada suatu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) periode 1998 – 2002 dan mendapati bahwa aktiva produktif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap rentabilitas. Suartana (2008) membuktikan bahwa aktiva produktif dan dana pihak ketiga berpengaruh secara signifikan terhadap rentabilitas LPD (Lembaga Perkreditan Desa) dengan menggunakan indikator kinerja operasional (rasio BOPO) di Kabupaten Badung periode 2003-2007. Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2003), ditemukan bahwa aktiva produktif tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rentabilitas pada PT Bank Lippo Tbk periode 1995-2002.
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas seberapa besar pengaruh aktiva produktif yang terdiri dari kredit, surat-surat berharga, penempatan dana pada bank lain dan penyertaan terhadap tingkat rentabilitas bank Mandiri Persero Tbk pada periode 2007-2011, dalam sebuah skripsi dengan judul “Pengaruh Aktiva Produktif Terhadap Rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
  1. Bagaimana pengaruh kredit yang diberikan terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?
  2. Bagaimana pengaruh surat-surat berharga yang dimiliki oleh bank terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?  
  3. Bagaimana pengaruh Aktiva Produktif terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?

C.    Batasan Masalah
Mengingat keterbatasan dan kemampuan penulis serta keterbatasan waktu, maka penelitian ini hanya akan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
1.      Bank yang dibahas dalam penelitian ini adalah Bank Konvensional.
2.      Penulis membatasi pengukuran rasio rentabilitas bank hanya terbatas pada rasio ROA (Return On Asset).
3.      Penulis membatasi Aktiva Produktif yang akan diteliti hanya terbatas pada kredit dan surat-surat berharga.
4.      Penelitian yang dilakukan penulis adalah 10 tahun mulai dari tahun 2002 hingga 2011.
D.    Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengaruh kredit yang diberikan terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?
2.      Untuk mengetahui pengaruh surat-surat berharga yang dimiliki oleh bank terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?
3.      Untuk mengetahui pengaruh Aktiva Produktif terhadap rentabilitas pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.?

E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut :
1.      Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan penulis khususnya mengenai pengaruh aktiva produktif terhadap tingkat rentabilitas bank.
2.      Bagi manajemen bank, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dan informasi dalam menentukan arah kebijakan dan strategi serta penerapannya khususnya mengenai perkembangan aktiva produktif dan pengaruhnya terhadap tingkat rentabilitas.
3.      Bagi akademis, penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam penelitian-penelitian selanjutnya yang sejenis khususnya yang berkaitan dengan aktiva produktif serta pengaruhnya terhadap tingkat rentabilitas bank.

F.     Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I          :  PENDAHULUAN               
Dalam bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika pembahasan.
BAB II        :  TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini membahas mengenai landasan teori, kerangka pemikiran dan hipotesi yang dipakai.
BAB III       :  METODOLOGI PENELITIAN
Dalam bab ini membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan penelitian berupa rancangan penelitian, jenis dan sumber data, instrument dan pengumpulan data, unit analis dan teknis analis data terhadap objek penelitian.
BAB IV        :  HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini membahas mengenai objek penelitian, penyajian data dan analisa penelitian.
BAB V          : KESIMPULAN DAN SARAN
Dalam bab ini mengemukakan mengenai kesimpulan dari keseluruhan pembahasan dan saran-saran mengenai hasil penelitian, yang diharapkan hasil peneliian ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar